SETITIK GORESAN TENTANG HATI YANG TAK BISA MELUPAKAN part 4

Aku benar-benar lupa dengan keaadaanku, aku lupa tentang siapa diriku dan bahkan aku tidak mengerti semua tentang aku. Semenjak itu aku merasakan bahwa aku harus mundur dan berpaling jauh darimu.
Sering kali aku belajar melakukan itu namun lagi-lagi aku terhampas dan aku kalah dengan rasa yang ada.
Terlalu kuat rasa ini untukmu hingga akhirnya aku harus tetap menetap dengan hati yang terluka.

Sudahlah, taqdirku mungkin bukan kamu (fikirku).
Apa kamu tau semenjak itu aku tidak peduli dengan siapapun selain padamu?
Apa kamu tau saat itu aku mengabaikan orang yang ingin menetap dihatiku?
Dan apa kamu tau banyak hal yang terindah untukku saat itu?
Aku hanya tersenyum dan berharap kau mengerti. Tapi semua itu hanya kau anggap sebuah rasa pertemanan.


Fikiranku kosong, aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan aku tidak tau harus bagaimana lagi, yang aku ingat hanya kamu dan berharap kamu menetap di hati. Tolonng mengertilah sayang? Bukan aku tidak mau bersahabat melainkan hati ini menginginkanmu lebih dari sekedar sahabat.

Apa kamu ingat saat itu aku dan kamu di tertawai banyak orang dan di gosipin banyak orang padahal aku dan kamu hanya duduk sambil ngobrol yang tidak jelas arahnya.
Apa kamu masih ingat itu sayang (maaf aku panggil kamu sayang).

Dan malamnya aku bercerita kepadamu tentang kejadian itu. Anehnya kamu menganggap hal itu biasa, dimana logikamu? Aku tau ini tidak masuk dalam cerita aku dan kamu tapi bukankah kamu juga harus tau bagaimana orang lain mengatakan tentang aku dan kamu.
Apa kamu tidak peduli itu?


Lagi-lagi aku merasa sedikit kecewa, fikiranku langsung tertuju kemana-mana. Aku sedikit lesu tapi aku tetap sabar, iya sabar? Sabar dalam menerima semua taqdir ini.

Saat itu aku hanya bisa menatap dengan sayu, memikirkan hal yang tak sepantasnya aku fikirkan, iya itulah aku.
Aku yang tanpa lelah berharap kepadamu, tanpa putus asa meski terus terluka, bertahan walau sangat menyakitkan, berjuang meski hanya untuk di patahkan.
Iya itulah aku. Tak perduli bagaimana dengan keadaanku walau perih akan tetap aku perjuangkan karena aku sudah terlanjur menyanyangimu.

Komentar

  1. Mblo, kok miris amat 🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, begitulah ceritanya boss kuh,, , terlalu sadis untuk di jalani..

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JIKA MEMANG AKU TAK PANTAS UNTUKMU

VIRALL ENTAH APA YANG MERASUKI HIDUPMU

BULLSHIT, ASALKAN KAMU BAHAGIA AKUPUN JUGA IKUT BAHAGIA.