CERITA SINGKAT, PENGABDIAN MAHASISWA KUKERTA INSTITUT AGAMA ISLAM YASNI BUNGO DI DESA MENTAWAK

Mahasiswa kukerta desa mentawak
Penyerahan mahasiswa kukerta di kantor balai desa mentawak


Penerbit : Ridho bee
Diterbitkan : Kamis,  16 Januari 2020


DEAR DESA MENTAWAK

Dalam beberapa minggu kami berada disini, tepatnya dalam waktu selama dua bulan kami mengabdi di tempat dimana yang dulunya belum pernah sama sekali kami tau ataupun belum pernah kami kenal, sekarang menjadi tempat yang sangat menyenangkan bagi kami. Tempat dimana kami belajar untuk tau bagaiama arti sebuah perkenalan, tempat dimana yang memberikan kami sebuah kenangan manis yang bisa kami jadikan sebagai pelajaran hidup untuk suatu hari nanti. Iya tempatnya bernama “DESA MENTAWAK”. 

Teruntukmu keluarga baru kami “desa Mentawak”.
Terimakasih banyak yang tak terhingga, terimakasih telah memberikan kami kesempatan untuk menghirup udara segar di desa ini, terimakasih juga untuk penyambutan baiknya terhadap kami dan juga tak lupa kami ucapkan ribuan terimakasih kepada seluruh warga desa mentawak dan remaja-remaja yang telah berkenan membantu kami dalam segala hal.

Teruntukmu keluarga baru kami “desa Mentawak”.
Banyak hal yang kami rasakan ketika saat kami berada disini “mengabdi”, banyak cerita duka dan suka, senang dan sedih dan bahagia, tawa serta air mata, Semua rasa tergabung menjadi satu.

Teruntukmu keluarga baru kami “desa Mentawak”.
Boleh kami bercerita sedikit tentang hal yang kami rasakan saat berada disini? 
Karena banyak rasa yang begitu menyulitkan untuk di pendam dan begitu rumitnya untuk diperceritakan, namun kami akan mencoba mengingatkannya kembali.

Foto bersama masyarakat desa mentawak


“DEAR DESA MENTAWAK”

Sejak pertama kali kami datang dan menginjakan kaki disini, dan memulai langkah perlangkah kami telusuri disetiap sesuatu yang berada disini, terkhususnya untuk pemuda-pemudi di desa ini. Kami sudah mengira bahwa kami akan kesulitan untuk bertatap muka atau bahasa baiknya “silaturrahmi”. Inilah masalah yang menjadi beban bagi kami, bukan karena kami tak mampu namun sejak kami datang, kami sudah menganalisa tempat dan keadaan.

Mendata denah lokasi desa mentawak

Tempat yang berada dipinggir jalan lintas dan kemudian keadaan pemuda-pemudinya juga belum saling mengenal, bagusnya “Akrab”. Itulah yang menyakinkan hati kami berkata kesulitan. Namun kami tidak menyerah, karena tujuan kami disini adalah untuk mempererat tali silaturrahmi agar kelak bisa menjadi teman yang baik sekaligus menjadi tempat salingg berbagi cerita.

Banyak cara yang kami lakukan untuk mengumpulkan semua pemuda-pemudi, untuk ikut andil dalam suatu acara yang akan kami laksanakan, banyak pihak-pihak desa yang membantu kami untuk memberi kabar kepada pemuda-pemudi disini agar bisa berkumpul ditempat yang telah kami sediakan, dan juga surat-surat undangan sudah kami buat satu persatu agar supaya mereka tau, namun sampai malam kami tunggu tidak ada juga yang mau datang. Ya sudahlah (fikir kami)
Besok kita usahakan lagi. “ujar ketua kami”.

Tanpa kenal lelah dan tanpa menyerah kami terus berusaha dan mencari akar permasalahannya. Alhamdulillah kami menemukan keajaiban yang kami harap-harapkan. Malam itu kami segenap anggota berhasil membentuk salah satu remaja masjid yang berada di desa mentawak ini.
Kamipun langsung mengucapkan rasa syukur karena beban kami semakin berkurang.

Foto bersama remaja-remaja masjid

Rapat pembentukan remaja masjid 

Dan semakin lama cuman ada beberapa orang saja yang mau aktif, yaa bagi kami itu tidak masalah, karena tugas kami hanya membentuk bukan untuk memaksa, karena ini juga demi kebaikan bersama.
Semakin lama kami disini semakin banyak pula beban yang harus kami selesaikan, Alhamdulillah semua beban itu terselesaikan dalam jangka waktu yang telah kami tentukan.

Sebelum sebulan perpisahan kami, kami merencanakan untuk mengadakan sebuah event yang menguras banyak tenaga-tenaga, dan itu tidak bisa kami lakukan sendiri, tentunya kami perlu bantuan dari pemuda-pemudi desa mentawak.
Alhamdulillah juga, event yang kami rencanakan disambut hangat oleh pemuda-pemudi disini. Dan seminggu kemudian kami mengadakan pertemuan khusus, kami dan pemuda-pemudi disini guna untuk membahas event tersebut.
Rapat pematangan event perlombaan bersama pemuda-pemudi desa mentawak


Pada malam itu semua pemuda-pemudi yang datang sangat mensupport dan respon yang sangat baik tentang event ini, karena mengingat juga event ini adalah acara puncak dari semua kegiatan yang kami adakan didesa ini.
Alhamdulillah saat ini tempat kami mulai ramai dengan kedatangan pemuda-pemudi disini, perkenalan demi perkenalan dan sampailah saling cerita bercerita.

Se-minggu sebelum acara puncak event diadakan, semua pemuda-pemudi desa mentawak antusias sekali membantu kami dalam mencari dana dilampu merah dan took-toko yang berada di merangin, guna untuk menambah dana event yang akan diadakan, mengigat event yang kami adakan itu sangat membutuhkan banyak dana yang harus dikeluarkan, Alhamdulillah hari demi hari sebelum acara puncak event dana yang didapatkan lumanyan banyak dan cukup untuk mengadakan event tersebut.
Penggalangan dana di lampu merah bangko

Penggalangan dana di toko-toko

Foto di jam gento setelah penggalangan dana

Tim penggalangan dana dilampun merah bangko
foto-foto setelah penggalangan dana


Hari demi haripun kami semakin akrab dan selalu berkumpul bersama, tertawa dan bahagia bersama, bertingkah layaknya sudah menjadi seperti saudara sendiri. Mungkin bisa dibilang sudah tidak ada lagi rasa malu untuk bertingkah semaunya dan saling sapa menyapa. Hehehe
Tak ada lagi yang perlu kami khawatirkan kecuali masalah event yang kami rencanakan itu.

Pagi itu pada tanggal 11 Januari 2020 alhamdulillah pembukaan event yang kami adakan sukses 100%.
Foto bersama setelah pembukaan event perlombaan

Arena utama event perlombaan

Dan ditanggal 15 Januari 2020, 16 cabang lomba sukses juga kami adakan,  dan juga peserta lomba antusias sekali bertanding, entah itu untuk merebut juara pertama atau hanya mengeluarkan bakatnya masing-masing. Yang jelas mereka sangat puas dengan cabang lomba yang kami adakan.
Lomba egrang

Lomba fashion show syar'i

Lomba mewarnai


Lomba sholat berjamaah

Lomba hadang

Lomba tarik tambang

Lomba adzan

Lomba pacu karung

Lomba terompah panjang
Lomba cerdas cermat



Bersyukur kepada Allah SWT beban kami semakin berkurang.

Namun kami khawatir tentang satu hal yaitu “PERPISAHAN”. Mungkin semua dari kami sudah paham bahwa adanya pertemuan pasti akan adanya perpisahan. Namun memang sulit berpisah sama keluarga baru yang baru mulai menjalin tali silaturrahmi.
Begitulah kehidupan di dunia ini, semuanya bersifat sementara, apapun yang kita memiliki akan pergi tanpa tau kapan dan dimana.
Maka dimanapun kita berada, tetaplah menjadi orang baik meskipun terkadang kita tidak diperlakukan dengan baik.

Itulah cerita singkat selama kami berada ditanah yang dulu belum pernah kami injak.

Satu hal lagi   !
Terimakasih banyak yang tak terhingga kepada semua keluarga baru kami didesa “MENTAWAK”. Atas segala kenangan yang kami dapatkan selama menagabdi disini dan seandainya kami mempunyai kesalahan, mohon segera dimaafkan dan sebaliknya kamipun juga memaafkan dan juga memakluminya.

Demikian. Terima kasih

RIDHO BEE 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JIKA MEMANG AKU TAK PANTAS UNTUKMU

VIRALL ENTAH APA YANG MERASUKI HIDUPMU

BULLSHIT, ASALKAN KAMU BAHAGIA AKUPUN JUGA IKUT BAHAGIA.